Berita Pusbang
Perencanaan Terintegrasi Jadi Penekanan, Pusbang Mitigasi Bahas Rencana Program 2026

Perencanaan Terintegrasi Jadi Penekanan, Pusbang Mitigasi Bahas Rencana Program 2026

Bogor, 2 Maret 2026 – Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi) menyelenggarakan rapat internal dalam rangka membahas judul-judul kegiatan yang akan menjadi program kerja tahun 2026. Rapat yang berlangsung di ruang pertemuan kantor Pusbang Mitigasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Pusbang Mitigasi, Wening Sri Wulandari, dan dihadiri oleh segenap pegawai.

Dalam arahannya, Wening menegaskan bahwa penyusunan program tidak boleh hanya berfokus pada aspek teknis kegiatan, melainkan harus dirancang secara terintegrasi sejak tahap perencanaan.

“Dalam mempersiapkan program yang akan dilaksanakan Pusbang Mitigasi, perencanaan tidak hanya mencakup aspek kegiatan semata, tetapi juga perencanaan anggaran, perencanaan kerja sama, serta perencanaan sumber daya manusia. Semua itu harus dirancang secara terintegrasi, karena pada dasarnya dokumen perencanaan menjadi acuan kerja kita bersama,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa seluruh unsur pendukung kegiatan harus sudah tergambar dalam dokumen perencanaan, meskipun masih dalam kerangka umum.

“Kita tidak hanya bekerja untuk menghasilkan output teknis, tetapi seluruh unsur pendukungnya juga harus tertuang dalam perencanaan tersebut. Paling tidak sudah ada kerangka yang menjadi pegangan kita dalam bekerja,” ujarnya.

Untuk tahun anggaran 2026, Pusbang Mitigasi telah merancang 11 kegiatan dengan 11 output utama. Seluruhnya akan diterjemahkan ke dalam turunan kegiatan yang lebih operasional. “Dalam satu judul besar bisa terdiri dari satu atau beberapa subkegiatan. Ada yang cukup satu, ada juga yang bisa lebih dari satu. Pola ini sudah mulai kita pikirkan agar struktur besarnya tetap sama, sementara penjabaran teknis di dalamnya bisa disesuaikan setiap tahun,” jelas Wening.

Ia menambahkan bahwa struktur besar kegiatan perlu disepakati sejak awal, sementara rincian teknis dapat disesuaikan dengan dinamika kebutuhan dan perkembangan di lapangan. Dengan pendekatan ini, komposisi kegiatan masih memungkinkan untuk dikaji dan disempurnakan, termasuk pada Bidang I yang saat ini memiliki tujuh output dengan sejumlah rincian turunan.

Wening juga menyoroti pentingnya dukungan fasilitasi dan penerapan hasil kegiatan sebelumnya, khususnya output tahun 2025 yang perlu mulai diarahkan pada tahap implementasi.

“Kita mencoba mendukung aplikasi atau implementasi dari hasil kegiatan tahun 2025. Memang saat ini belum banyak yang dapat kita tampilkan dalam bentuk penerapan, namun kita tetap perlu mencari dan memanfaatkan model, pedoman, atau acuan yang sudah dimiliki unit lain,” ungkapnya.

Menurutnya, lingkup kerja Pusbang Mitigasi yang berkaitan dengan berbagai direktorat dan program memungkinkan pemanfaatan model-model teknis yang telah ada sebagai rujukan dalam konteks mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan.

Ia menegaskan bahwa penataan struktur besar kegiatan menjadi langkah awal yang krusial. Dengan struktur yang jelas, arah dukungan serta strategi pelaksanaan dapat dirumuskan secara lebih terukur dan sistematis.

Menutup arahannya, Wening menyampaikan harapan agar pembahasan dapat berjalan efektif dan terarah. Melalui rapat ini, Pusbang Mitigasi menegaskan komitmennya untuk menyusun program kerja tahun 2026 secara terstruktur, terintegrasi, dan adaptif, guna mendukung penguatan mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan secara berkelanjutan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *