Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus

KHDTK Rarung

KHDTK

Rarung

Kondisi Geografis

KHDTK Rarung seluas 325,868 ha berada di Kawasan Hutan Lindung Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, pada ketinggian 350–450 mdpl dengan topografi landai hingga sangat curam, iklim kemarau kering namun bercurah hujan tinggi, serta secara administratif terletak di Desa Pemepek dan Desa Karang Sidemen dengan batas kawasan berupa areal HKm dan hutan lindung KPHL Unit III Tastura.

Biofisik Kawasan

KHDTK Rarung beradasarkan fungsinya merupakan hutan lindung, flora tanaman yang berkembang baik diantaranya rajumas, klicung, mahoni, dan bayur. Flora lainnya adalah tanaman penghasil kayu pertukangan, penghasil minyak atsiri, dan penghasil buah-buahan dari hutan serta jenis-jenis bambu. Sedangkan fauna yang ada diantaranya monyet ekor panjang, dan rusa timor dan jenis-jenis burung, serta lebah trigona yang dikembangakan untuk menghasilkan madu. KHDTK Rarung juga mempunyai ketersediaan air permukaan di KHDTK Rarung cukup besar pada aliran sungai besar dan beberapa mata air.

Tercatat 20 mata air tersedia di KHDTK Rarung, baik mata air tahunan (perenial) maupun musiman (intermiten). Mata air utama, yaitu: mata air Sedau di barat, mata air mertapaok di timur dan mata air Eyat Gua di bagian utara kawasan. Berdasarkan data pengukuran debit air rata-rata tahunan, mata air sedau mempunyai debit air sebesar 32.123,18 m3/detik, mata air Eyat Gue 8.652,76 m3/detik dan mata air Mertak Paok sebesar 2,82 m3/detik.

Jenis tanah di KHDTK Rarung adalah Regosol dengan batuan induk Vulkan dengan geologi: Basalt, Andesite, Breccia, Fine-grained Tephra. Jenis tanah tersebut berkategori subur dengan kandungan lapukan bahan-bahan vulkanik di dalamnya, namun demikian jenis tanah ini berporositas tinggi sehingga rentan mengalami pencucian unsur hara karena proses infiltrasi pada saat terjadinya hujan.

Potensi Sumber Daya Hutan

KHDTK Rarung memiliki potensi sumber daya hutan yang strategis mencakup hasil hutan bukan kayu, keanekaragaman hayati, dan jasa lingkungan, antara lain sebagai sumber benih berbagai jenis tanaman kehutanan, penghasil minyak atsiri, buah-buahan, pangan agroforestry, bahan kerajinan bambu, serta pakan ternak, dengan kekayaan flora dan fauna yang mendukung konservasi dan wisata alam. Kawasan ini juga berfungsi penting sebagai penyedia air dari beberapa mata air utama untuk kebutuhan masyarakat dan irigasi, memiliki potensi wisata alam dan edukasi, serta didukung oleh 29 plot penelitian dan pengembangan seluas ±40 ha yang menjadi basis riset, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Galeri KHDTK Tumbang Nusa

Kabar terbaru dari KHDTK