Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus

KHDTK Yanlapa

KHDTK

Yanlapa

Kondisi Geografis

Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 986 Tahun 2024, KHDTK Yanlapa memiliki luas sebesar 46,50 ha. Secara geografis, KHDTK Yanlapa terletak pada ketinggian sekitar 100 m di atas permukaan laut. Secara historis, kawasan hutan ini merupakan bagian dari konsesi Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten yang berada di wilayah RPH Maribaya, BKPH Parung Panjang, KPH Bogor. Lokasi KHDTK Yanlapa berdekatan dengan Cagar Alam Yanlapa yang dikelola oleh Balai Besar KSDA Jawa Barat. Secara administrasi, KHDTK Yanlapa terletak di antara Desa Barengkok, Kecamatan Jasinga, dan Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pada sebelah Timur dibatasi oleh Kampung Gardu dan sebelah Selatan dibatasi oleh Kampung Citatah. KHDTK Yanlapa dapat dijangkau dengan semua jenis kendaraan melalui Jalan Bogor – Parung Panjang sejauh 56 km dari Bogor.

Biofisik Kawasan

Berdasarkan Peta Kelas dan Jenis Tanah, KHDTK Yanlapa terdiri dari asosiasi alluvial kelabu dan alluvial kekelabuan dengan bahan induk endapan, liat, dan pasir. KHDTK Yanlapa merupakan hutan tropis dataran rendah, dengan beragam flora yang sebagian besar merupakan hasil kegiatan penelitian. Flora yang ada di KHDTK Yanlapa adalah jenis dari family Dipterocarpaceae (Shorea pinanga, S.selanica, S.stenoptera, dan S.palembanica), Jenis Khaya spp., rasamala (Altingia exelsa noronhae), puspa (Schima wallichii Kort), jamuju (Podocarpus sp.), dan sebagainya. Satwa yang dapat dijumpai di KHDTK Yanlapa antara lain monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), bajing (Callosciurus sp.), dan musang (Paradoxurus hermaphroditus).

Potensi Sumber Daya Hutan

KHDTK Yanlapa memiliki potensi sumber daya alam yang meliputi flora, fauna, jasa lingkungan, serta wisata. Dari sisi keanekaragaman hayati, kawasan ini tercatat memiliki sekitar 66 jenis tanaman yang didominasi oleh Family Dipterocarpaceae, antara lain Shorea pinanga, S. selanica, S. stenoptera, dan S. palembanica. Selain itu, terdapat pula jenis tanaman lain seperti Khaya spp., rasamala, puspa, dan jamuju. Terdapat kebun benih bersertifikat jenis ketapang (Terminalia kaernbachii).

Potensi fauna di KHDTK Yanlapa didominasi oleh berbagai jenis burung, seperti burung tekukur, kutilang, jalak, cakakak, serta beberapa jenis burung endemik lainnya. Selain berbagai jenis burung, kawasan ini juga menjadi habitat bagi satwa lain, antara lain ayam hutan (Gallus gallus bankiva), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), bajing (Callosciurus sp.), musang (Paradoxurus hermaphroditus), biawak (Varanus salvator), ular sanca (Python reticulatus), dan ular tanah.

Selain potensi keanekaragaman hayati, KHDTK Yanlapa juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui penyediaan jasa lingkungan. Kawasan ini berperan dalam menjaga kualitas udara serta sebagai sumber air yang terdapat pada beberapa petak, yaitu petak 46, 47, 55, 85, dan 96. Di samping itu, masyarakat memanfaatkan KHDTK Yanlapa sebagai sumber kayu bakar, pakan ternak, serta sumber bibit tanaman untuk mendukung kebutuhan sehari-hari.

Sejalan dengan fungsi ekologis dan sosial tersebut, KHDTK Yanlapa memiliki peran strategis sebagai sumber belajar dan sarana pengembangan pengetahuan. Pengelolaan KHDTK sebagai wahana pembelajaran secara optimal diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian hutan.

Galeri KHDTK Yanlapa

Kabar terbaru dari KHDTK