Berita Pusbang
Kembangkan SiMiti untuk Aksi Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan

Kembangkan SiMiti untuk Aksi Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan

Pusbang Mitigasi selaku penggagas SiMiti, menggelar ekspose untuk memperkenalkan SiMiti sekaligus menjaring masukan dari para pihak terkait, di Jakarta (11/3/2026).

Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Mahfudz, mendukung penuh pembangunan Sistem Informasi Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (SiMiti).

Menurutnya, berbagai bencana yang terjadi perlu menjadi pembelajaran atas aksi mitigasi yang perlu dilakukan oleh sektor kehutanan. Informasi ini dapat diperoleh secara lengkap di SiMiti.

“Kita harapkan ada masukan terkait dengan sistem yang dibangun. Hal ini penting karena pada saat ini kita selalu berada di ring bencana, di saat kering, kemarau, di saat hujan, terjadi banjir, termasuk gempa. Belajar dari bencana yang terjadi di Sumbar, Sumut Aceh, Kalimantan, dan Cisarua, maka SiMiti punya peran strategis, untuk mitigasi dan adaptasi bencana serta mendukung dalam prioritasi program,” arahan Sekjen Mahfudz saat membuka acara.

Beliau juga mengingatkan untuk dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla dalam beberapa waktu ke depan.

“Karena prediksi angin El Nino yang maju, maka segera diantisipasi,” lanjutnya.

Kepala Pusbang Mitigasi, Wening Sri Wulandari, mengawali penjelasannya dengan menerangkan bahwa SiMiti berbasis geospasial yang menyajikan data dan informasi bencana hidrometeorologi, informasi kejadian bencana (historis bencana), daerah rawan bencana, aksi mitigasi dan adaptasi yang sudah dilakukan dan upaya mitigasi ke depan.

“Penyajian informasi ini menggunakan pendekatan berbasis administrasi dan berbasis DAS, sehingga bisa dilihat secara lebih detil suatu lokasi memiliki kerawanan terhadap jenis-jenis bencana” jelasnya.

Dihadiri oleh jajaran Sekretariat Jenderal, para peserta memberikan apresiasi dan merespon positif  pengembangan. Ke depan, SiMiti akan dilengkapi dengan informasi resiko bencana dan penguatan data yang terbarui, serta penguatan keamanan data dan informasi melaui pengaturan protokol data.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *