Berita Pusbang
ZOOM’ATAN CoP, Pusbang Mitigasi Bahas Pembangunan Kehutanan Pasca Bencana Sumatera

ZOOM’ATAN CoP, Pusbang Mitigasi Bahas Pembangunan Kehutanan Pasca Bencana Sumatera

Bogor – Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Kementerian Kehutanan (Pusdiklat SDM) menyelenggarakan webinar ZOOM’ATAN Community of Practice (CoP) secara daring pada Jum’at (27/2/2026) dengan tema “Mitigasi Pembangunan Kehutanan Pasca Bencana Sumatera”. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi), Wening Sri Wulandari, sebagai narasumber utama.Dr

Webinar dilaksanakan secara online dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Tercatat 340 peserta mengikuti kegiatan melalui Zoom, sementara kurang lebih 400 peserta lainnya menyaksikan secara langsung melalui kanal YouTube. Partisipasi yang luas ini menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu mitigasi dan pembangunan kehutanan pascabencana.

Peran Pusbang Mitigasi dan Pengembangan SIMiti

Dalam paparannya, Kepala Pusbang Mitigasi, Wening Sri Wulandari, menjelaskan mandat lembaganya dalam merumuskan model mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan, meliputi banjir, longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan.

“Kami mengembangkan berbagai model berbasis analisis ilmiah untuk mendukung pengurangan risiko bencana, mulai dari model kerawanan kekeringan, mitigasi banjir berbasis ekosistem, hingga pengendalian kebakaran lahan gambut,” jelas Wening.

Selain pengembangan model teknis, Pusbang Mitigasi juga tengah membangun Sistem Informasi Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (SIMiti) sebagai platform terintegrasi berbasis spasial untuk mendukung pengambilan keputusan. SIMiti dirancang untuk menghimpun dan menyajikan data kejadian bencana, tingkat kerawanan, serta kegiatan mitigasi dan adaptasi yang telah dilaksanakan.

“SIMiTi menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa kebijakan mitigasi berbasis data dan analisis spasial yang akurat. Dengan sistem ini, kita dapat memetakan risiko, memantau dinamika kejadian, dan merumuskan langkah intervensi secara lebih tepat,” ungkapnya.

Sistem tersebut mengintegrasikan berbagai sumber data, termasuk data hidrologi, klimatologi, tutupan lahan, Daerah Aliran Sungai (DAS), serta informasi rehabilitasi hutan dan lahan. Kehadiran SIMiTi diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas unit dan mendukung perencanaan pembangunan kehutanan yang berbasis risiko.

Bencana Sumatera 2025

Dalam upaya mitigasi pasca bencana Sumatera, Pusbang Mitigasi merekomendasikan rehabilitasi hutan dan lahan kritis, perlindungan kawasan hulu, pengendalian deforestasi, penataan ruang berbasis risiko, serta penguatan sistem peringatan dini.

“Mitigasi harus ditempatkan sebagai bagian integral dalam perencanaan kehutanan. Lanskap perlu dirancang untuk memperkuat daya dukung dan daya lenting ekosistem, serta memberdayakan masyarakat sekitar hutan sebagai garda terdepan pengurangan risiko bencana,” tegas Wening.

ZOOM’ATAN CoP sebagai Ruang Belajar Bersama

Kepala Pusdiklat SDM, Tuti Herawati, dalam sambutannya menegaskan bahwa Community of Practice bukan sekadar forum diskusi, tetapi ekosistem pengetahuan yang hidup. “Community of Practice ini hakikatnya merupakan ruang belajar bersama. Bukan hanya sekadar forum diskusi, melainkan ekosistem pengetahuan tempat kita berbagi pengalaman lapangan, menyebarkan hasil kajian ilmiah, dan inovasi dari praktik-praktik yang ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang disebut ZOOM’ATAN ini juga menjadi wadah menghimpun dan membagikan pengetahuan, sekaligus mengintegrasikan hasil pembelajaran berbasis pengalaman menjadi desain pembangunan kehutanan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui ZOOM’ATAN Community of Practice ini, Pusdiklat SDM berkomitmen memperkuat kapasitas SDM kehutanan dan mendorong pembangunan kehutanan yang tangguh terhadap bencana, adaptif terhadap perubahan iklim, serta berkelanjutan bagi generasi mendatang.


Tim PPID Pusbang Mitigasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *