KHDTK

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus

Gambaran Umum

Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi) mengelola Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) sebagai kawasan pendukung kegiatan penelitian, pengembangan, pendidikan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehutanan.

 

 

Perencanaan Pengelolaan KHDTK

Pengelolaan KHDTK dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan mempertimbangkan kondisi biofisik kawasan, ketersediaan sumber daya, serta kebutuhan di tingkat tapak. Fokus pengelolaan diarahkan pada pengamanan kawasan dan pemeliharaan fungsi hutan agar KHDTK tetap terjaga dan berkelanjutan.

 

 

Pelaksanaan Pengelolaan KHDTK

Dalam pelaksanaannya, Pusbang Mitigasi melakukan pengamanan kawasan melalui patroli rutin, pemeliharaan areal dan sarana prasarana, pembersihan kawasan, pemasangan papan nama KHDTK, penanaman pohon, serta pembangunan sarana pendukung kegiatan lapangan. Kegiatan tersebut bertujuan menjaga keutuhan kawasan dan mendukung kelancaran aktivitas pengelolaan.

 

 

Fasilitasi Penelitian, Edukasi & Kegiatan Sosial

Pengelolaan KHDTK dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan mempertimbangkan kondisi biofisik kawasan, ketersediaan sumber daya, serta kebutuhan di tingkat tapak. Fokus pengelolaan diarahkan pada pengamanan kawasan dan pemeliharaan fungsi hutan agar KHDTK tetap terjaga dan berkelanjutan.

KHDTK yang dikelola Pusbang Mitigasi

KHDTK Kemampo seluas 278,22 ha di Kabupaten Banyuasin merupakan hutan sekunder di hulu sub DAS Rotan dengan kondisi biofisik dan keanekaragaman hayati yang baik serta memiliki potensi wisata alam.

KHDTK Yanlapa seluas 46,50 ha di Kabupaten Bogor merupakan hutan tropis dataran rendah dengan topografi datar, keanekaragaman hayati tinggi, serta potensi jasa lingkungan, wisata, dan pembelajaran yang mendukung fungsi ekologis dan sosial kawasan.

KHDTK Cemoro–Modang seluas 1.335,10 ha di Kabupaten Blora merupakan hutan produksi monsoon yang didominasi tegakan jati, memiliki fungsi ekologis penting serta potensi pengembangan hasil hutan, jasa lingkungan, penelitian, dan eco-eduwisata.

KHDTK Nusa Penida seluas 159,27 ha di Kabupaten Klungkung merupakan kawasan karst berbukit dengan iklim kering, vegetasi didominasi semak adaptif, serta memiliki tantangan rehabilitasi sekaligus potensi ekowisata dan jasa lingkungan.

KHDTK Rarung seluas 325,87 ha di Lombok Tengah merupakan hutan lindung di kawasan Gunung Rinjani dengan topografi beragam, tanah vulkanik subur, kekayaan flora-fauna, sumber air penting, potensi hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, wisata alam-edukasi, serta demplot penelitian.

KHDTK Tumbang Nusa seluas 4.963,93 ha di Kabupaten Pulang Pisau merupakan ekosistem hutan rawa gambut beriklim basah dengan keanekaragaman hayati tinggi dan peran strategis sebagai penyimpan karbon, pengatur tata air, serta kawasan penelitian dan jasa lingkungan.