
Pusbang Mitigasi Perkuat Kerja Sama Internasional untuk Pengelolaan Mangrove Berbasis Mitigasi dan Adaptasi Bencana
Jakarta, 20 Januari 2026 — Kementerian Kehutanan Republik Indonesia terus memperkuat kerja sama internasional dalam pengelolaan ekosistem mangrove. Komitmen tersebut ditegaskan dalam courtesy meeting antara Kementerian Kehutanan, Asian Forest Cooperation Organization (AFoCO), dan Korea Tomorrow & Global (KT&G) yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (20/1).
Pertemuan yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan ini, menjadi momentum penting dalam penguatan kolaborasi strategis dalam pengelolaan ekosistem mangrove.
Salah satu pokok bahasan adalah kerja sama yang diinisiasi oleh Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi) yaitu Mangroves Ecosystem Management Based on Disaster Mitigation and Adaptation Approach .
“Kami menyampaikan terima kasih kepada AFoCO atas komitmen dan perhatian yang tinggi terhadap keberlanjutan ekosistem mangrove di Indonesia” ujar Dr. Wening Sri Wulandari, Kepala Pusbang Mitigasi mengawali paparannya.
Dr. Wening menjelaskan bahwa inisiasi kerja sama dirancang sebagai model pengelolaan ekosistem mangrove terpadu dengan fokus kuat pada mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi berbasis kehutanan. Kegiatan akan dilaksanakan selama tiga tahun, berlokasi di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, dengan cakupan area sekitar 40 hektare.
“Kerja sama ini dikembangkan sebagai model pengelolaan mangrove yang aplikatif dan dapat direplikasi, dengan penekanan pada penguatan mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi, perlindungan mangrove secara partisipatif, serta peningkatan ketahanan ekosistem pesisir,” jelasnya.
Perwakilan AFoCO Sunpil Jin selaku Vice Executive Director AFoCO, dan perwakilan KT&G Mrs. Young A Sim – Head of ESG Management Office KT&G, pada prinsipnya mendukung kerja sama yang sudah diinisiasi dan akan menggali peluang kerja sama dengan Indonesia. KT&G berharap dapat mengembangkan kerja sama dengan Kementerian Kehutanan dan dapat melaksanakan aksi bersama pada Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli.
Pertemuan ini akan ditindalkanjuti dengan komunikasi intensif untuk finalisasi Project Implementation Agreement (PIA) dan menggali peluang kerja sama dalam pengelolaan mangrove. Turut dalam pertemuan ini, jajaran pejabat Kementerian Kehutanan, yaitu Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri, Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH, dan Kepala Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan, dan didampingi dengan staf terkait.***



