
Dukung Percepatan Mitigasi Bencana Melalui Sistem Informasi Mitigasi
Mendukung percepatan mitigasi dan adaptasi bencana, Pusat Pengembangan Mitigasi Adaptasi Bencana Hidrometerologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi), kini membangun layanan informasi bencana, serta aksi mitigasi dan adaptasi bencana. Hal ini disampaikan Kepala Pusbang Mitigasi, Wening Sri wulandari, dalam pertemuan bersama BAPPENAS di Jakarta (13/01/2026).
“Sistem Informasi Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan, dibangun berbasis geospasial, yang menyajikan data dan informasi bencana hidrometeorologi, informasi kejadian bencana (historis bencana), daerah rawan bencana, aksi mitigasi dan adaptasi yang sudah dilakukan dan upaya mitigasi ke depan,” jelasnya.
Menggunakan pendekatan berbasis administrasi dan berbasis DAS, sistem ini merupakan bentuk pengembangan mitigasi bencana berbasis penggunaan teknologi, untuk mendukung rehabilitasi, rekonstruksi pascabencana, pengurangan resiko bencana, pemantauan daerah rawan bencana, dan berpotensi bencana.
Lebih lanjut, ia menegaskan, sistem ini akan didukung dengan identifikasi dan analisis pemanfaatan teknologi terbaru. “Saat ini, informasi sistem akan kami prioritaskan pada daerah rawan banjir dan longsor, khususnya di Sumatera,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, pada tahun 2025, Pusbang Mitigasi telah menghasilkan beberapa rekomendasi pengembangan mitigasi dan adaptasi bencana, antara lain yaitu Model Pengembangan Penilaian Tingkat Kerawanan Kekeringan, Model Pengembangan Mitigasi Bencana Banjir, Model Pengendalian Karhutla di Lahan Gambut : Pelaksanaan Rehabilitai Areal Bekas Terbakar, Manual Penghitungan dan Pelaporan Jejak Karbon Organisasi, Quick Analysis Kejadian Bencana Hidrometeorologi Aktual, Fasilitasi Penerapan Model Evaluasi Immediate Oucome Bangunan Pengendali Erosi, Fasilitasi Penerapan Model Pelindung Tanaman Mangrove, dan Fasilitasi Penerapan Prosedur Pengelolaan Bahan Bakar dalam Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan. (*)



Kontributor:
Tim Media dan PPID Pusbang Mitigasi