Berita Pusbang
Pusbang Mitigasi Jajaki Persiapan Kolaborasi Mitigasi dan Adaptasi Bencana di Tingkat Tapak

Pusbang Mitigasi Jajaki Persiapan Kolaborasi Mitigasi dan Adaptasi Bencana di Tingkat Tapak

Dalam rangka persiapan implementasi Kolaborasi Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi di Tingkat Tapak, Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi) melakukan koordinasi dengan Balai Besar KSDA Riau sebagai Koordinator Wilayah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan di Provinsi Riau (23/07/2025).

“Koordinasi ini sebagai bagian dari sosialisasi Coll-Tapak yaitu bentuk kolaborasi mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi di tingkat tapak, kepada seluruh UPT Kemenhut dengan dukungan Koordinator Wilayah UPT, dan selanjutnya Coll-Tapak akan disosialisasikan kepada pemangku kepentingan secara lebih luas, sekaligus sebagai upaya penjaringan keanggotaan untuk pembangunan model Coll-Tapak,” ujar Enjang Sopiyudin, Kepala Bidang Perencanaan dan Formulasi Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan.

Ia juga menerangkan, bahwa Coll-Tapak akan dibangun pada lima provinsi yang memiliki isu dominan bencana hidrometeorologi kehutanan, untuk mewakili lima region, yaitu Provinsi Riau mewakili Regional Sumatera, Provinsi Jawa Barat mewakili Regional Jawa Bali, Provinsi NTT mewakili Regional NTT dan Maluku, Provinsi Sulawesi Selatan mewakili Regional Sulawesi, dan Provinsi Papua mewakili Regional Papua.

“Untuk pembangunan pertama, kami akan fokus pada region sumatera yaitu di Provinsi Riau, yang memiliki isu bencana hidrometeorologi cukup kompleks yaitu banjir, longsor, dan kebakaran hutan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Coll-Tapak bertujuan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan koordinasi pengembangan mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan, melaksanakan integrasi data informasi kebencanaan, membangun sinergi program mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan serta menjalin kerja sama antar pihak. Dalam hal ini, upaya mitigasi dan adaptasi bencana hidrometerologi kehutanan terfokus pada 6 (enam) jenis bencana kekeringan, banjir, longsor, abrasi dan rob, pengendalian kebakaran hutan serta pemantauan pengurangan Emisi GRK Sektor Kehutanan.

Pada kesempatan ini, Balai Besar KSDA Riau yang diwakili oleh Rinaldo, jabatan? menyampaikan dukungannya terhadap Pembangunan Coll-Tapak, namun ia menggarisbawahi perlunya strategi yang tepat untuk mengatasi kendala oleh keterbatasan SDM dan anggaran yang umum terjadi.

“Implementasi Coll-Tapak diharapkan dapat terkelola dengan baik dengan dukungan semua pemangku kepentingan,” harap Rinaldo.

Menanggapi hal tersebut, Pusbang Mitigasi akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan instansi pemerintah daerah terkait, untuk menjaring dukungan lebih lanjut terhadap Pembangunan Coll-Tapak.(*)


Kontributor Berita :
Tim Media Kehumasan Pusbang Mitigasi
Penanggung Jawab Berita :
Dr. Wening Sri Wulandari – Kepala Pusbangmitigasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *