
Pusbang Mitigasi Perkuat Kapasitas Kolaboratif Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Bogor, 15 Juli 2025 — Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi multipihak melalui kegiatan “Peningkatan Kapasitas Coll-Tapak: Analis Kebijakan dan Strategi Komunikasi” yang diselenggarakan di Ruang Rapat Pusbangmitigasi Lantai 2, Bogor.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung Forum Kolaborasi Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan di Tapak (Coll-Tapak), yang menjadi wadah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks.
Pada sesi pertama, Dr. Ir. Harmensyah, Dipl.SE., MM dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan strategi kebijakan dan program mitigasi bencana, termasuk pentingnya penataan ruang berbasis risiko, penyuluhan masyarakat, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Menurutnya, “Risiko bencana adalah fungsi dari bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Maka pengurangan risiko tidak bisa berdiri sendiri — harus melibatkan banyak pihak secara terkoordinasi.”
Ia juga menyoroti pentingnya mengantisipasi Karhutla melalui patroli intensif, penetapan status siaga sejak dini, hingga teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk membasahi lahan gambut. Beberapa peserta mengangkat kebutuhan penguatan socio-engineering, rencana aksi berbasis nilai ekonomi masyarakat, serta koordinasi lintas wilayah.
Sementara itu, Maulana Yusuf dari Biro Humas dan KLN Setjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menekankan pentingnya strategi komunikasi berbasis data di era digital. Ia menyampaikan bahwa media sosial kini menjadi arena utama pembentukan opini publik. “Respons cepat dan akurat terhadap isu publik adalah kunci membangun kepercayaan,” jelasnya.
Berbagai tips praktis dibagikan, seperti pemanfaatan infografis dan motion graphic, teknik backlinking, serta strategi penulisan kata kunci untuk penguatan visibilitas digital. Diskusi turut membahas cara kolaborasi antar unit di media sosial, strategi branding visual yang konsisten, dan teknik produksi konten video berdurasi pendek yang menarik.
“Kegiatan ini menghasilkan sejumlah catatan penting bagi Pusbang Mitigasi, termasuk penguatan koordinasi internal, pemanfaatan data hotspot dan peta kerawanan, serta kebutuhan akan dukungan komunikasi publik dalam memperluas dampak program Coll-Tapak,” tutur Kepala Pusbang Mitigasi, Wening Sri Wulandari. Menurutnya, dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pusbang Mitigasi berharap semangat kolaborasi lintas sektor dan penguatan strategi komunikasi akan mendorong lahirnya solusi konkret dalam menghadapi tantangan bencana hidrometeorologi yang semakin dinamis di tingkat tapak.






—
Penulis: Mamay Maisaroh, S.Hut, M.Si., Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Muda
Editor: Dr. Wening Sri Wulandari, S.Hut., M.Si., Kepala Pusbang Mitigasi