Berita Pusbang
Perkuat Kontribusi Pengendalian Iklim, Pusbang Mitigasi Koordinasikan Pengumpulan Data Aksi Mitigasi dan Adaptasi Sektor Kehutanan

Perkuat Kontribusi Pengendalian Iklim, Pusbang Mitigasi Koordinasikan Pengumpulan Data Aksi Mitigasi dan Adaptasi Sektor Kehutanan

Bogor, 10 Maret 2026 – Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi) Kementerian Kehutanan menggelar rapat koordinasi untuk mempersiapkan pengumpulan data aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sektor kehutanan. Pertemuan yang dilaksanakan secara Hybrid pada Selasa (10/3) ini menjadi langkah awal dalam penyusunan laporan capaian aksi mitigasi dan adaptasi sektor kehutanan. 

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan percepatan perdagangan karbon sektor kehutanan serta bagian dari upaya memperkuat kontribusi sektor kehutanan dalam pengendalian perubahan iklim. Rapat yang dipimpin oleh Kepala Pusbang Mitigasi Wening Sri Wulandari ini diikuti oleh pejabat dan staf dari Pusbang Mitigasi, serta perwakilan sejumlah direktorat di lingkup Kementerian Kehutanan

Wening dalam arahannya menyampaikan bahwa Kementerian Kehutanan saat ini mendapat mandat untuk menyusun laporan pencapaian aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sektor kehutanan. Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, telah dibentuk tim percepatan pengelolaan karbon dan emisi sektor kehutanan yang melibatkan berbagai unit kerja terkait.

“Penyusunan laporan ini mengacu pada hasil inventarisasi gas rumah kaca. Dari data tersebut kita perlu menjelaskan aksi-aksi yang telah dilaksanakan sehingga capaian inventarisasi emisi dapat dipahami secara komprehensif,” ujar Wening.

Ia menjelaskan bahwa laporan ini akan menggambarkan berbagai upaya yang telah dilakukan sektor kehutanan dalam menurunkan emisi serta meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. 

Menurut Wening, untuk mendukung hal tersebut perlu data-data komprehensif yang berada di Eselon I teknis terkait. 

“ Dukungan data ini sangat menentukan kesiapan konsep laporan yang ditargetkan pada bulan April 2026 sudah ada konsep awal yang dapat kita komunikasikan kepada para pemangku kepentingan,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, tim Pusbang Mitigasi juga memaparkan mekanisme pengumpulan data yang akan digunakan dalam penyusunan laporan. Data yang dikumpulkan mencakup kebijakan, aksi mitigasi, aksi adaptasi, serta kegiatan peningkatan kapasitas yang telah dilaksanakan oleh masing-masing unit kerja.

Pusbang Mitigasi telah menyiapkan matriks data  yang memuat berbagai informasi penting, mulai dari jenis kegiatan, lokasi pelaksanaan, waktu kegiatan, pelaksana, hingga dokumen pendukung.

Lebih lanjut dapat diinformasikan bahwa data yang dikumpulkan akan dikelompokkan dalam beberapa kategori utama untuk memudahkan proses analisis dan pelaporan. 

Untuk aksi adaptasi, data akan diklasifikasikan dalam beberapa bidang seperti ekosistem, air, pangan, kesehatan, dan pesisir. Untuk sektor kehutanan fokus utamanya berada pada aspek ekosistem dan sumber daya air. Selain aksi dan kebijakan, kegiatan peningkatan kapasitas seperti sosialisasi, bimbingan teknis, pendidikan dan pelatihan, serta berbagai bentuk asistensi juga akan dicatat sebagai bagian dari upaya penguatan implementasi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Wening menambahkan bahwa penyusunan laporan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarunit kerja dalam mendokumentasikan kontribusi sektor kehutanan terhadap pengendalian perubahan iklim.

“Ini memang pekerjaan yang relatif baru bagi kami, tetapi dengan dukungan data dan pengalaman dari teman-teman yang sebelumnya telah terlibat dalam proses pelaporan ini, kami optimistis laporan capaian aksi mitigasi dan adaptasi sektor kehutanan dapat segera disusun,” tutupnya.

Melalui koordinasi ini, Pusbang Mitigasi berharap seluruh unit kerja dapat berkontribusi aktif dalam penyediaan data dan informasi yang diperlukan sehingga laporan capaian aksi mitigasi dan adaptasi sektor kehutanan dapat tersusun secara komprehensif serta mencerminkan upaya nyata Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *