
Konsolidasi Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan Menuju Birokrasi Kelas Dunia Yang Adaptif, Digital, Dan Berdampak
Dalam rangka membangun kesepahaman yang kuat antar unit kerja, keselarasan antara perencanaan dan implementasi kebijakan, serta tercipta tata kelola internal yang lebih sinergis, profesional, dan adaptif terhadap perubahan, Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan selenggarakan Rapat Kerja dan Peningkatan Kapasitas SDM Manajerial Lingkup Sekretariat Jenderal Tahun 2025.
“Melalui Rapat Kerja ini, saya berharap akan lahir konsolidasi arah kebijakan yang semakin tajam, sinergi lintas biro dan pusat yang lebih solid, dan komitmen bersama untuk bekerja dengan satu semangat, satu data, dan satu tujuan: menghadirkan Kementerian Kehutanan yang adaptif, digital, dan berdampak bagi rakyat dan lingkungan,” pesan Mahfudz, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, saat membuka acara di Yogyakarta (31/10/2025).
Disampaikannya pula bahwa dalam satu tahun terakhir ini, sektor kehutanan telah memiliki berbagai capaian yang membanggakan, yaitu : 1) Penurunan luas kebakaran hutan dari 376 ribu hektare (2024) menjadi 213 ribu hektare (2025); 2) Rehabilitasi hutan dan lahan mencapai lebih dari 105 ribu hektare; 3) Peningkatan kontribusi PNBP kehutanan hingga lebih dari Rp 8 triliun; dan 4) Perhutanan sosial telah memberi akses kelola kepada lebih dari 1,4 juta kepala keluarga dengan luasan mencapai 8,3 juta hektare.
Bertemakan “Konsolidasi Arah Kebijakan dan Sinergi Pelaksanaan Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Menuju Birokrasi Kelas Dunia yang Adaptif, Digital, dan Berdampak,” acara ini dikawal oleh Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemenhut. Kepala Pusbang Mitigasi, Wening Sri Wulandari, turut hadir memandu sesi pembahasan dan diskusi terkait Arah dan kebijakan Renstra 2025–2029, Strategi Reformasi Birokrasi Berdampak, Transformasi Digital dan SPBE, serta Komunikasi publik yang adaptif dan transparan. Selain itu, terdapat sesi pelatihan Public Speaking yang bertajuk “Membangun Kepemimpinan ASN yang Adaptif, Komunikatif, dan Berdampak”, oleh motivator Kirdianto Hrisikesa Putra.
Kepala Bagian Rencana, Program dan Anggaran Biro Perencanaan, Sandi Kusuma, menyampaikan bahwa arah kebijakan dan strategi Sekretariat Jenderal saat ini adalah ASN yang profesional, berintegritas dan berdaya saing; Percepatan transformasi digital; pelayanan publik yang berorientasi kemudahan dan tidak berbelit, penguatan sistem akuntabilitas kinerja, dan dukungan terhadap kebijakan yang adaptif terhadap tantangan masa depan.
“Tiga misi Setjen Kemenhut yaitu, mewujudkan transformasi budaya digital, membentuk aparatur dan kelembagaan berkinerja tinggi, dan membangun kapasitas kelembagaan berbasis jejaring dan kebijakan pelayanan publik yang berdampak,” lanjutnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja SDM Kemenhut, Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Dedy Asriady, menyampaikan bahwa Menteri Kehutanan telah memberikan penghargaan melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 393 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan Tim Reformasi Birokrasi Tahun 2024, yang dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2025 lalu.
“Pemberian penghargaan diharapkan dapat dilaksanakan pula oleh setiap unit kerja sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian kinerja organisasi maupun pegawai. Mekanisme pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya membangun dan menumbuhkan profesionalisme sumber daya manusia di lingkungan organisasi,” tutur Dedy.
Sementara itu dalam pengelolaan data dan informasi Kemenhut, Pusat Data dan Informasi telah merancang rencana strategis yang terdiri dari Integrasi dan Pengembangan Sistem Data Kehutanan, Integrasi dan Pengembangan Sistem Aplikasi Kehutanan, dan Implementasi dan Pengembangan Ekosistem Teknologi Kehutanan. “Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu kebijakan peyelenggaraan bidang kehutanan berbasis data yang akurat, mutakhir dan lengkap; efisiensi bidang pelayanan penyelenggaraan bidang kehutanan; dan terciptanya kolaborasi dan ekosistem digital untuk penyelenggaraan bidang kehutanan,” Ishak Yassir, Kepala Pusdatin menerangkan.
Tidak kalah penting, Kepala Biro Humas dan KLN, Krisdianto, menyampaikan pentingnya dukungan media sosial dalam mendukung optimalisasi informasi digital. “Konten pada media sosial saat ini haru dapat menunjukkan citra terbaik di masyarakat, yaitu yang berpihak kepada rakyat, menjamin kelestarian hutan, konsistensi dan konsekuen dengan tindakan, pelayanan cepat. Selain itu dalam penetapan substansi, perlu dilakukan secara konsisten dan kontinyu, dan melakukan analisis kecenderungan berita positif, netral, dan negatif,” jelasnya.
Dilaksanakan secara hybrid, acara ini dihadiri oleh kurang lebih 200 orang secara faktual dan 1.000 orang secara virtual. Hadir secara faktual Kepala Biro dan Pusat lingkup Sekretariat Jenderal; Pejabat Fungsional Ahli Utama Lingkup Sekretariat Jenderal; Pejabat Administrator dan Pengawas lingkup Sekretariat Jenderal; Ketua/Koordinator Kelompok Kerja/Tim lingkup Sekretariat Jenderal; dan DWP lingkup Sekretariat Jenderal. Melengkapi kegiatan, hari selanjutnya para peserta mengikuti kegiatan simulasi kolaboratif dan permainan tim yang menggugah semangat kerja sama dan loyalitas di Magelang (01/11/2025).(*)













