Berita Pusbang
Pusbang Mitigasi Kembangkan Sistem Informasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan Berbasis GIS

Pusbang Mitigasi Kembangkan Sistem Informasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan Berbasis GIS

Bogor – Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi) memaparkan rencana pengembangan Sistem Informasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan dalam kegiatan Ekspose Pusbang Mitigasi yang diselenggarakan di Kantor Pusbang Mitigasi, Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh stakeholder terkait baik dari Kementerian Kehutanan maupun dari luar kementerian sebagai bagian dari penguatan tata kelola data dan informasi kebencanaan sektor kehutanan.

Dalam paparannya disampaikan bahwa pengembangan sistem informasi menjadi kebutuhan strategis untuk mendukung analisis data bencana hidrometeorologi kehutanan serta meningkatkan kualitas kajian mitigasi dan penanggulangan dampak bencana. Sistem ini dirancang sebagai platform berbasis GIS (Geographic Information System) yang menyajikan data dan informasi terintegrasi terkait kejadian bencana, tingkat kerawanan, serta aksi mitigasi dan adaptasi yang telah dilakukan.

Sistem Informasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan akan memuat tiga menu utama, yaitu informasi kejadian bencana (historis dan keterulangan), data kerawanan hidrometeorologi kehutanan, serta data kegiatan mitigasi dan adaptasi. Informasi yang ditampilkan mencakup lokasi dan dampak bencana, peta rawan bencana, serta peta pendukung seperti Daerah Aliran Sungai (DAS), tutupan hutan, lahan kritis, kelerengan, jenis tanah, geologi, kawasan hutan, rehabilitasi hutan dan lahan, hingga data rawan dan areal kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pengembangan sistem ini memerlukan integrasi berbagai sumber data, antara lain dari unit eselon I Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), serta kementerian dan lembaga teknis lainnya. Sejumlah data yang telah tersedia meliputi peta tutupan lahan, DAS, lahan kritis, rawan erosi, rehabilitasi mangrove, gerakan tanah/longsor, hingga administrasi wilayah. Namun demikian, beberapa data seperti curah hujan, peta rawan banjir, dan data infrastruktur pengairan masih memerlukan penguatan kerja sama dan pemrosesan lanjutan.

Tujuan utama pengembangan sistem ini adalah menyediakan sumber informasi kebencanaan yang berkesinambungan dan temutakhirkan, baik berupa data historis kejadian bencana, data kerawanan, maupun data aksi mitigasi dan adaptasi. Selain itu, sistem ini diharapkan mampu menyajikan visualisasi berbasis peta yang memudahkan analisis spasial serta mendukung pengambilan keputusan berbasis risiko.

Tahapan pengembangan direncanakan berlangsung hingga 2026, meliputi finalisasi sistem, pengecekan akurasi, validasi, dan input data secara bertahap. Outcome yang diharapkan adalah tersedianya informasi daerah rawan bencana yang dapat menjadi dasar dalam merumuskan langkah mitigasi yang tepat, mengurangi risiko bencana, serta menjamin keberlanjutan fungsi ekologis hutan dan lahan.

Ekspose Pusbang Mitigasi diselenggarakan pada Kamis (11/12/2025). Melalui agenda ini, Pusbang Mitigasi menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem informasi kebencanaan berbasis data spasial sebagai fondasi pengelolaan risiko bencana hidrometeorologi kehutanan yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan.


Tim Media dan PPID Pusbang Mitigasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *