Berita Pusbang
Pusbang Mitigasi Lakukan Pemetaan Mendukung Mitigasi dan Adaptasi Bencana

Pusbang Mitigasi Lakukan Pemetaan Mendukung Mitigasi dan Adaptasi Bencana

Pengelolaan laboratorium data dan informasi merupakan aspek penting dalam mendukung pengembangan mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan, khususnya dalam analisis penyusunan rekomendasi mitigasi dan adaptasi. Menyadari hal tersebut, Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi) akan menyusun pemetaan potensi risiko dalam mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan.

“Melalui sistem ini, diharapkan dapat tersedia sumber informasi bencana hidrometeorologi kehutanan yang berkesinambungan dan temutakhirkan, berupa data historis kejadian bencana, data rawan bencana dan data aksi mitigasi dan adaptasi yang sudah dilakukan,” tutur Wening Sri Wulandari, Kepala Pusbang Mitigasi pada Selasa (2/12) di Bogor.

Kegiatan pemetaan ini juga mendapat dukungan dari kegiatan kerja sama Indonesia – Norwegia tentang penyaluran dana FOLU Net Sink 2030 tahap kedua dan ketiga, sebagai bentuk dari kolaborasi pengembangan mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh Pusbang Mitigasi, mulai dari koordinasi dan konsultasi dengan lintas eselon teknis, BNPB, BMKG, BIG, studi banding ke Siti Nurbaya Center Yogyakarta, dan pembahasan dengan tim peneliti Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Dalam pembangunan sistem informasi, sangat penting untuk mengetahui sasaran pengguna dan target yang akan dicapai. Hal ini akan menentukan ruang lingkup, alur proses sistem informasi, kebutuhan modalitas data, dan jenis informasi sesuai kebutuhan,” demikian tutur Galih Aries, peneliti Pusat Studi Bencana UGM, beberapa waktu lalu saat berdiskusi dengan tim Pusbang Mitigasi (21/11/2025).

Sementara itu, Agus Purwanto, Pranata Komputer Pusbang Mitigasi, menyampaikan bahwa, data spasial yang tersedia di lingkup Kemenhut maupun pada sistem informasi publik lintas sektor, dapat menjadi modalitas yang kuat untuk pembangunan sistem informasi pengembangan mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan, namun hal ini memerlukan proses sinkronisasi meta data.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pusbang Mitigasi akan menjajaki peluang kerja sama akses data dengan instansi terkait seperti BNPB dan BMKG. “Dalam rangka mendukung proses analisis dalam sistem informasi, tentunya diperlukan pelibatan tenaga ahli dan atau peningkatan kapasitas untuk SDM lingkup Pusbang Mitigasi,” pungkas Agus. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *