Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus

KHDTK Nusa Penida

KHDTK

Nusa Penida

Kondisi Geografis

KHDTK Nusa Penida memiliki luas 159,27 ha berdasarkan SK Menteri LHK Nomor 1060 Tahun 2024 tentang Penetapan KHDTK Nusa Penida. Secara geografis KHDTK Nusa Penida terletak pada koordinat 08°44’5’’–08°45’10’’ LS dan 115°33’20’’–115°36’10’’ BT. Secara umum, topografi di KHDTK Nusa Penida berbukit dengan ketinggian tempat antara 12,5–325 mdpl, dengan lahan yang didominasi oleh lereng curam (kemiringan >45%). KHDTK Nusa Penida secara administratif terletak pada 2 (dua) desa yaitu Desa Pejukutan dan Desa Suana, Kecamatan Suana, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Dalam pengelolaan kawasan hutan, KHDTK Nusa Penida termasuk dalam kelompok wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan Bali Timur.

Biofisik Kawasan

Jenis tanah di KHDTK Nusa Penida berdasarkan Peta Tanah Tinjau Provinsi Bali skala 1:250.000 termasuk jenis tanah Mediteran, dan merupakan tanah yang berkembang dari bentukan batu kapur karena daerah Nusa Penida merupakan daerah karst. Tanah tersebut dicirikan dengan kedalaman solum yang dangkal berwarna coklat–kuning sampai merah–coklat, tekstur tanah lempung dengan struktur granuler kasar dan gumpal membulat.

Wilayah Nusa Penida dari segi hidrologis merupakan daerah kering. Terdapat dua sungai di dalam KHDTK Nusa Penida yaitu sungai Bok di bagian Utara dan sungai Tanjungkiri di bagian Selatan. Sungai-sungai ini merupakan sungai intermiten yaitu sungai yang hanya mengalir pada musim hujan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa KHDTK Nusa Penida memiliki curah hujan yang rendah dan tanah yang berbatu sehingga mengakibatkan persediaan air di Nusa Penida sangat sedikit. Kondisi tersebut mengakibatkan tanaman yang dapat tumbuh hanya jenis yang dapat bertahan pada lahan kering dan tanah berkapur.

KHDTK Nusa Penida didominasi oleh semak belukar (sekitar 85% dari luasan total) dengan jenis gamal dan lamtoro yang merupakan hasil kegiatan penghijauan beberapa tahun lalu, sisanya merupakan tutupan pohon yang rapat. Pada beberapa bagian kawasan terdapat areal dengan tutupan pepohonan yang cukup rapat, sehingga dikategorikan sebagai hutan. Areal ini terdapat di bagian tengah kawasan, bagian ujung sebelah selatan dan beberapa tempat di lembah sungai. Jenis tanaman lain seperti juwet, bekul (Ziziphus cucuba), santan, kesambi, dan kepuh (Sterculia poatida) juga ditemukan di dalam kawasan dengan penyebaran sangat jarang. Jenis fauna yang dapat dijumpai adalah jenis burung migran seperti elang, jalak putih, dan tekukur, serta jenis monyet ekor panjang.

Potensi Sumber Daya Hutan

Jenis flora di KHDTK Nusa Penida didominasi oleh jenis gamal dan lamtoro yang merupakan hasil kegiatan penghijauan beberapa tahun lalu. Jenis-jenis lain seperti tanaman juwet, bekul (Ziziphus cucuba), santan, kesambi, kepuh (Sterculia poatida) ditemukan juga di dalam kawasan dengan penyebaran yang sangat jarang. Selain itu juga ditemukan beberapa jenis ficus/beringin di sepanjang aliran sungai. Jenis fauna yang dapat dijumpai adalah jenis burung migran seperti elang, jalak putih, dan tekukur, serta jenis monyet ekor panjang.

Karakterisitik biofisik lingkungannya yang khas menjadikan pengelolaan KHDTK Nusa Penida menemui beberapa tantangan. Lahan yang curam, curah hujan rendah, kondisi tanah kering dan berkapur, persediaan air sedikit, menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, pada pengelolaannya perlu diarahkan pada upaya mengembangkan jenis-jenis tanaman yang adaptif dan produktif serta penerapan teknik-teknik rehabilitasi yang mampu meningkatkan daya dukung ekologis kawasan terhadap masyarakat sekitar dan terhadap wilayah bawahannya. Telah dilakukan upaya penanaman tanaman johar dengan teknik terasering, di mana tanaman johar dinilai adaptif dengan kondisi biofisik KHDTK Nusa Penida.

Meskipun demikian, KHDTK Nusa Penida memiliki beberapa potensi di antaranya pemandangan yang menarik, potensi tanaman pakan, dan kondisi masyarakat sekitar yang menjaga keberadaan hutan. KHDTK Nusa Penida memiliki potensi untuk pengembangan ekowisata karena memiliki bentangan alam yang khas dengan topografi tinggi dan berbukit sehingga pada lokasi tertentu dapat memperoleh pemandangan indah tanpa terhalang vegetasi/pepohonan yang ada. Pada lokasi-lokasi tertinggi di KHDTK Nusa Penida yang memiliki view menarik sangat berpotensi menjadi spot pengambilan foto. Selain itu, lokasi-lokasi tersebut dapat diidentifikasi untuk melakukan kegiatan lintas alam yang dimulai dari pinggir pantai hingga ke lokasi tertinggi, secara bertahap untuk melihat pemandangan matahari terbenam (sunset). Potensi ekowisata ini juga didukung oleh perkembangan destinasi wisata di Nusa Penida.

Galeri KHDTK Nusa Penida

Kabar terbaru dari KHDTK