Bali, 12 Mei 2026 — Indonesia menjadi tuan rumah First Workshop on the Development of ASEAN Leaders’ Declaration on One...
Read MoreTumbang Nusa
Ditinjau dari aspek flora dan fauna, tipe tutupan vegetasi di KHDTK Tumbang Nusa dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama. Pertama, hutan sekunder atau logged over area (LOA) yang menempati sekitar 50% dari total areal dan umumnya berada di bagian belakang lokasi perkantoran ke arah barat daya. Pada kawasan ini dijumpai permudaan alam yang lengkap, mulai dari tingkat semai hingga pohon, dengan jenis-jenis utama antara lain meranti bunga (Shorea teysmanniana), ramin (Gonystylus bancanus), merapat (Combretocarpus rotundatus), nyatoh (Palaquium cochleari), meranti batu (Shorea parvifolia), terentang (Campnosperma auriculata), malam-malam (Diospyros malam), bintangur (Calophyllum kunstleri), keruing (Dipterocarpus caudiferus), mandarah (Horsfieldia sp.), gerunggang (Cratoxylum arborescens), medang telur (Stemonurus scorpiodes), serta jelutung rawa (Dyera polyphylla). Kedua, tutupan belukar yang didominasi oleh jenis merapat, gerunggang, serta berbagai jenis komersial dan nonkomersial lainnya, dengan luasan sekitar 30% dari total areal. Ketiga, areal terbuka yang mencakup sekitar 20% dari luas kawasan, yang didominasi oleh vegetasi pakis dan kelakai (Stenochlaena palustris). KHDTK Tumbang Nusa memiliki beberapa sumber benih teridentifikasi yaitu itu merapat (1 ha), jelutung rawa (1 ha), balangeran (7,22 ha), dan sumber benih terseleksi balangeran (1 ha).
Keanekaragaman fauna di KHDTK Tumbang Nusa juga tergolong penting, antara lain ditandai dengan keberadaan satwa kunci seperti orangutan (Pongo pygmaeus) serta berbagai jenis burung. Berdasarkan hasil identifikasi, tercatat sedikitnya 49 jenis burung yang menghuni kawasan ini, di antaranya burung luntur diard (Harpactes diardii), kucica ekor kuning (Trichixos pyropyga), raja udang punggung merah (Ceyx rufidorsa), dan kehicap ranting (Hypothymis azurea). Selain burung, di kawasan ini juga dijumpai beberapa jenis anggrek yang menambah nilai keanekaragaman hayati dan daya tarik ekowisata.
Dari sisi jasa lingkungan, KHDTK Tumbang Nusa memiliki potensi wisata alam dan wisata edukasi yang cukup besar, khususnya bagi penggemar fotografi alam dan pengamatan burung. Keberadaan kanal eks Proyek Lahan Gambut (PLG) di dalam kawasan juga memberikan peluang pemanfaatan untuk kegiatan rekreasi memancing, dengan jenis ikan yang ditemukan antara lain ikan kapar, ikan haruan, dan ikan tapah. Selain itu, sebagai kawasan dengan tipe ekosistem gambut, KHDTK Tumbang Nusa memegang peranan penting dalam pengaturan tata air gambut dan sebagai penyimpan cadangan karbon. Dengan kedalaman gambut berkisar 2–5 m, kawasan ini menyimpan cadangan karbon yang besar dan strategis untuk dipertahankan. Berbagai penelitian terkait cadangan karbon telah dilakukan di KHDTK Tumbang Nusa, baik oleh balai pengelola maupun lembaga riset lainnya.
Bali, 12 Mei 2026 — Indonesia menjadi tuan rumah First Workshop on the Development of ASEAN Leaders’ Declaration on One...
Read MorePontianak, 15 April 2026 — Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi) melaksanakan diskusi di Pos Komando...
Read MorePontianak-Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional Tahun 2026 digelar di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada...
Read More