Indonesia sebagai negara kepulauan rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, longsor, karhutla, dan abrasi yang kian meningkat akibat perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan tata kelola SDA yang belum optimal, sehingga mengancam keselamatan masyarakat dan fungsi ekologis hutan; karena hutan berperan strategis dalam pengurangan risiko dan adaptasi iklim, diperlukan upaya mitigasi dan adaptasi yang sistematis, terpadu, berbasis kajian risiko (bahaya, kerentanan, kapasitas), serta didukung pedoman teknis untuk memperkuat kapasitas dan koordinasi para pihak dalam pencegahan dan respons dini bencana.
Pedoman ini disusun untuk memberikan arahan teknis dan operasional dalam: