Erosi merupakan permasalahan lingkungan serius yang berdampak pada keberlanjutan tanah dan air karena menyebabkan degradasi lahan, penurunan kesuburan, penurunan produktivitas, serta sedimentasi yang mengganggu fungsi infrastruktur dan ekosistem. Oleh karena itu, pengendalian erosi menjadi prioritas dalam menjaga daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) dan mendukung keberlanjutan pembangunan.
Rekomendasi ini disusun oleh Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan, Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan, sebagai hasil fasilitasi penerapan model evaluasi immediate outcome bangunan pengendali erosi dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Nomor SE.4/PDASRH/SET/DAS.0/12/2022.
Dokumen ini memuat analisis kondisi eksisting dan rekomendasi untuk mendukung keberhasilan penerapan serta penyempurnaan model evaluasi immediate outcome bangunan pengendali erosi, sehingga implementasinya dapat dilaksanakan secara tepat, efektif dan seragam di seluruh wilayah kerja Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS). Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah pusat dan daerah serta pemangku kepentingan dalam meningkatkan efektivitas pengendalian erosi.