• Version
  • Download 29
  • File Size 8.32 MB
  • File Count 1
  • Create Date 5 January 2026
  • Last Updated 9 February 2026

Model Pengendalian Karhutla di Lahan Gambut: Pelaksanaan Rehabilitasi Areal Bekas Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada ekosistem gambut, merupakan salah satu persoalan lingkungan yang sangat kompleks dan berdampak luas, baik terhadap kerusakan ekosistem, kesehatan masyarakat, kerugian ekonomi, maupun peningkatan emisi gas rumah kaca. Ekosistem gambut yang memiliki fungsi penting sebagai penyimpan karbon, pengatur tata air, dan penyangga kehidupan, menjadi sangat rentan terhadap kerusakan akibat kebakaran. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pengendalian karhutla yang tidak hanya berfokus pada aspek pencegahan dan pemadaman, tetapi
juga menempatkan rehabilitasi areal bekas terbakar sebagai bagian integral dari upaya pengendalian karhutla secara berkelanjutan.

Dokumen ini disusun untuk memberikan rekomendasi teknis pelaksanaan rehabilitasi hutan gambut pasca kebakaran, sekaligus sebagai bahan masukan bagi penguatan peran, tugas, serta koordinasi antar unit eselon I dan II di lingkungan Kementerian Kehutanan dalam penanganan pasca kebakaran hutan dan lahan. Model yang disusun mencakup pendekatan rehabilitasi sipil teknis melalui pengelolaan tata air (rewetting), revegetasi dengan jenis-jenis yang sesuai kondisi gambut, serta dukungan mitigasi dan penguatan kelembagaan masyarakat.

Dengan adanya dokumen ini, diharapkan pelaksanaan rehabilitasi areal gambut bekas terbakar dapat dilakukan secara lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan, sehingga mampu menurunkan risiko kebakaran berulang, memulihkan fungsi ekologis gambut, serta mendukung pencapaian target nasional, khususnya dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan FOLU Net Sink 2030.