{"id":3650,"date":"2026-02-17T05:01:51","date_gmt":"2026-02-17T05:01:51","guid":{"rendered":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/?p=3650"},"modified":"2026-02-24T02:12:31","modified_gmt":"2026-02-24T02:12:31","slug":"kolaborasi-dan-pengamanan-kawasan-jadi-prioritas-pengelolaan-khdtk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/?p=3650","title":{"rendered":"Kolaborasi dan Pengamanan Kawasan Jadi Prioritas Pengelolaan KHDTK"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Bogor <\/strong>\u2013 Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi) memaparkan strategi pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) dalam kegiatan Ekspose Pusbang Mitigasi yang diselenggarakan di Kantor Pusbang Mitigasi, Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh stakeholder terkait baik dari Kementerian Kehutanan maupun dari luar kementerian sebagai bagian dari penguatan tata kelola kawasan untuk mendukung mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam paparannya disampaikan bahwa berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 403 Tahun 2025, Pusbang Mitigasi ditunjuk sebagai pengelola sementara enam KHDTK, yaitu KHDTK Yanlapa (Jawa Barat), KHDTK Cemoro Modang (Jawa Tengah), KHDTK Kemampo (Sumatera Selatan), KHDTK Nusa Penida (Bali), KHDTK Rarung (Nusa Tenggara Barat), dan KHDTK Tumbang Nusa (Kalimantan Tengah). Penunjukan ini merupakan bagian dari penguatan fungsi kelembagaan di bawah Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, kondisi eksisting enam KHDTK tersebut menunjukkan ketersediaan sejumlah sarana dan prasarana, seperti mess dan pondok kerja, kebun benih di empat lokasi, stasiun klimatologi di KHDTK Cemoro Modang, kanal dan <em>water level meter<\/em> di KHDTK Tumbang Nusa, serta kandang rusa di KHDTK Rarung. Namun demikian, keterbatasan tenaga lapangan di beberapa lokasi masih menjadi tantangan dalam optimalisasi pengelolaan kawasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelaksanaan pengelolaan dilakukan melalui pendekatan mandiri oleh Pusbang Mitigasi dan kolaboratif dengan berbagai mitra. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengamanan kawasan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), perambahan, dan pencurian kayu; rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS); pemeliharaan kebun benih dan sumber air; pembangunan dan perawatan sarana prasarana; hingga fasilitasi penelitian, pelatihan mahasiswa, edukasi sekolah, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penguatan kolaborasi menjadi salah satu strategi utama pengelolaan KHDTK. Sejumlah kerja sama telah terjalin dengan pihak swasta dan masyarakat, antara lain rehabilitasi DAS dan pembangunan sumur bor, pengembangan agroforestry pada sela tegakan di KHDTK Cemoro Modang, Kemampo, dan Rarung, pengelolaan saluran air, serta pengembangan KHDTK Tumbang Nusa sebagai lokasi mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan. Kolaborasi ini juga mencakup penguatan peran Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam pengendalian karhutla.<\/p>\n\n\n\n<p>Ke depan, rencana pengelolaan difokuskan pada pengamanan kawasan dan pal batas, pemeliharaan tegakan dan sarana pendukung, penanaman dan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), pengendalian karhutla melalui patroli rutin, serta pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan. Pusbang Mitigasi juga mendorong integrasi fungsi KHDTK sebagai lokasi penelitian, pengembangan, pelatihan, dan pembelajaran kebencanaan hidrometeorologi kehutanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ekspose Pusbang Mitigasi diselenggarakan pada Kamis (11\/12\/2025). Melalui agenda ini, Pusbang Mitigasi menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pengelolaan enam KHDTK secara adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan, guna mendukung penguatan fungsi kawasan hutan dalam mitigasi dan adaptasi bencana di berbagai wilayah Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Ekspose-Pusbang-Mitigasi-11Des2025-2-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3626\" srcset=\"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Ekspose-Pusbang-Mitigasi-11Des2025-2-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Ekspose-Pusbang-Mitigasi-11Des2025-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Ekspose-Pusbang-Mitigasi-11Des2025-2-768x512.jpg 768w, https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Ekspose-Pusbang-Mitigasi-11Des2025-2-600x400.jpg 600w, https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Ekspose-Pusbang-Mitigasi-11Des2025-2.jpg 1116w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size\"><strong>Tim Media dan PPID Pusbang Mitigasi<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bogor \u2013 Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi) memaparkan strategi pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) dalam kegiatan Ekspose Pusbang Mitigasi yang diselenggarakan di Kantor Pusbang Mitigasi, Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh stakeholder terkait baik dari Kementerian Kehutanan maupun dari luar kementerian sebagai bagian dari penguatan tata kelola kawasan untuk mendukung mitigasi dan adaptasi bencana&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3651,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[40,1],"tags":[],"class_list":["post-3650","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pusbang","category-post"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3650","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3650"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3650\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3652,"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3650\/revisions\/3652"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3650"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3650"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3650"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}