{"id":2544,"date":"2025-08-12T03:43:59","date_gmt":"2025-08-12T03:43:59","guid":{"rendered":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/?p=2544"},"modified":"2026-02-24T02:19:23","modified_gmt":"2026-02-24T02:19:23","slug":"kementerian-kehutanan-bangun-coll-tapak-tingkat-regional-di-riau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/?p=2544","title":{"rendered":"Kementerian Kehutanan Bangun Coll-Tapak Tingkat Regional di Riau"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebagai tindak lanjut dari Keputusan Menteri Kehutanan No. 415 tahun 2025 dan peluncuran coll-tapak beberapa waktu lalu, Kementerian Kehutanan mulai membangun Coll-Tapak tingkat regional. Hal ini ditandai melalui kegiatan Sosialisasi dan Implementasi Coll-Tapak: Kolaborasi Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan Regional Sumatera, yang dilaksanakan Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi)&nbsp; di Pekanbaru, Provinsi Riau (12\/08\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSosialisasi&nbsp; Coll-Tapak di tingkat regional ini merupakan momen penting membangun koordinasi, integrasi dan sinergi multipihak untuk menghadapi risiko bencana hidrometeorologi di sektor kehutanan, khususnya di tingkat tapak. Tentunya ini harus menjadi kerja bersama para pihak baik untuk pencegahan maupun penanganan bencana,\u201d tutur Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Mahfudz, saat membuka acara secara virtual.<\/p>\n\n\n\n<p>Beliau menekankan bahwa aksi mitigasi dan adaptasi bencana tidak bisa dilaksanakan secara parsial dan eksklusif, melainkan harus secara kolektif dan terstruktur. \u201cDengan kerja-kerja bersama terkoordinasi dengan baik. Oleh sebab itu, strategi mitigasi dan adaptasi yang terkoordinasi, kolaboratif, dan berbasis data di tingkat tapak menjadi hal krusial dan penting,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mahfudz juga berharap agar Koordinator UPT mengkoordinasikan semua pihak baik internal maupun eksternal, termasuk pihak swasta, LSM, masyarakat, serta instansi pemerintah daerah terkait.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita ingin memperkuat sistem manajemen kolaborasi ini melalui kegiatan Coll-Tapak. Secara keseluruhan akan dibangun untuk lima regional, dan untuk regional lainnya akan diterapkan skema-skema yang sama dengan di Riau. Kami melihat dengan adanya penugasan untuk Korwil di masing-masing provinsi akan mempermudah koordinasi, integrasi, dan memudahkan pelaksanaan program-program mitigasi bencana,\u201d ujar Mahfudz optimis.<\/p>\n\n\n\n<p>Senada dengan Sekjen Kemenhut, Kepala Pusbang Mitigasi, Wening Sri Wulandari juga menyampaikan bahwa, dalam Coll-Tapak, masing-masing pihak memiliki peran yang spesifik karena memiliki informasi-informasi kunci yang dapat menjadi dasar untuk koordinasi dan integrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKoordinasi menjadi kunci penting dalam berbagai aksi penanggulangan maupun pencegahan bencana. Coll-Tapak Regional Riau akan menjadi model untuk regional lainnya. Tentunya ini adalah sebuah tantangan dan peluang strategis.\u201d jelasnya<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan ini, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono menyatakan siap untuk melaksanakan Coll-Tapak Regional Riau.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSelain itu, perlu segera dilakukan sosialisasi dan koordinasi terhadap pemerintah daerah dan instansi vertikal lainnya dalam rangka harmonisasi peran dan fungsi. Tidak kalah penting, dukungan sumber daya&nbsp; dan data informasi terkait kebencanaan juga perlu direncanakan untuk pelaksanaan tusi kebencanaan hidrometeorologi kehutanan,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Para pemangku kepentingan sangat antusias ingin mengetahui secara lebih jelas tentang Coll-Tapak. Berbagai pertanyaan, informasi sekaligus masukan disampaikan untuk penguatan Coll-Tapak. Salah satu topik bahasan diskusi yang mengemuka adalah tentang pentingnya peningkatan kapasitas publik dalam hal kebencanaan, antara lain perhatian pentingnya pemahaman kepada generasi muda melalui penguatan muatan dalam kurikulum, perhatian terhadap perempuan dan disabilitas, termasuk peningkatan kapasitas kelompok perhutanan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain UPT Kementerian Kehutanan lingkup Provinsi Riau, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan para pemangku kepentingan dari Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sumatera (Pusdal LH), KPH Minas Tahura, PT. APP, Universitas Muhamadiyah Riau, UNRI, NGO\/LSM lingkup Provinsi Riau. Berdasarkan hasil diskusi yang dipandu oleh Analis Kebijakan Utama, Djati Witjaksono Hadi, para pihak satu suara untuk mendukung implementasi Coll-Tapak dan menunggu program lebin lanjut dari Coll-Tapak. (*)<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penanggung jawab berita :<\/strong><br>Dr. Wening Sri Wulandari, S.Hut., M.Si \u2013 Kepala Pusbang Mitigasi<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kontributor berita :<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mamay Maisaroh, S.Hut., M.Si \u2013 Pranata Humas Ahli Muda<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai tindak lanjut dari Keputusan Menteri Kehutanan No. 415 tahun 2025 dan peluncuran coll-tapak beberapa waktu lalu, Kementerian Kehutanan mulai membangun Coll-Tapak tingkat regional. Hal ini ditandai melalui kegiatan Sosialisasi dan Implementasi Coll-Tapak: Kolaborasi Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan Regional Sumatera, yang dilaksanakan Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi)&nbsp; di Pekanbaru, Provinsi Riau (12\/08\/2025)&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2546,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[40,1],"tags":[],"class_list":["post-2544","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pusbang","category-post"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2544"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2544\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2547,"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2544\/revisions\/2547"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pusbangmitigasi.kehutanan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}